RSS

Resensi #1 : Tere-liye – Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

20 Oct

Judul Buku : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 256 halaman
Tahun Terbit : Juni 2010

“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”

Kutipan itu adalah salah satu dialog yang ada di dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karangan Tere-Liye. Dialog yang sangat membekas karena saya membacanya di kondisi yang betul-betul tepat.

***

Tania, gadis berusia 11 tahun yang menghabiskan hari-harinya dengan mengamen untuk memenuhi kebetuhan hidupnya akhirnya menemukan sesosok malaikat. Bersama Dede, adiknya, yang kala itu sedang mengamen di bis kota, lalu tanpa sengaja tania dengan kaki kecilnya yang telanjang menginjak sebuah paku payung. Tak seorang pun yang memperhatikan, kecuali dia, sang malaikat yang akhirnya membantunya. Tak hanya mengobati luka di kakinya, namun semuanya, kehidupannya. Malaikat itu memberi kehidupan baru bagi Tania, Dede dan ibu mereka keluar dari kemiskinan. Memberikan makan minum, tempat berteduh, sekolah, dan kasih sayang.

Waktu terus berjalan, Tania kecil mendapat kesempatan untuk merasakan pendidikan di singapura karena jerih payahnya. Janji kepada dirinya sendiri untuk menuruti apa pun yang dia minta menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya. Waktu terus berlalu, terus tumbuhlah perasaan itu, Tania menyukainya. Namun, rasa itu tidak tersampaikan hingga akhirnya dia memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita lain. Tania menjadi gundah, berharap pernikahan itu tidak akan terjadi dengan ketidakberadaannya di sana. Dan akhirnya yang terjadi adalah kejadian yang memutar hidupnya seratus delapan puluh derajat, dan semua potongan rahasia itu terungkap.

***

Tere-Liye menceritakan kisah ini dengan indah. Sungguh indah. Dan tak hanya itu. Banyak pelajaran tentang kepedulian di dalamnya. Dan pastinya sebuah pertanyaan yang tidak terjawab di bagian akhirnya. Menarik !

 
2 Comments

Posted by on October 20, 2011 in Resensi

 

Tags: , , ,

2 responses to “Resensi #1 : Tere-liye – Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

  1. Dorthy Drahota

    November 3, 2011 at 8:23 pm

    I\’ve provide understand the total blogg and even I personally got the Perception of Your individual really good blogg along with As I get actually bookmark it onto web-based saved as a favorite web site and will see it early. I have a blogg could you give me some reviews please🙂

     
  2. poberson naibaho

    December 28, 2011 at 11:39 am

    Tambahan :

    Resensi novel Perjalanan Cinta di Negri Tetangga
    Judul :My First Tri Angel Love

    http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/01/21/resensi-novel-perjalanan-cinta-di-negri-tetangga/

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: