RSS

Mengenal Kode Daur Ulang pada Produk Plastik

29 Mar

Sering memakai botol air mineral berulang kali? Mungkin karena terasa lebih praktis, murah, kalau ilang gak rugi, intinya ngirit deh, iya gak? hehe. Jika ya, berhati-hatilah dan ubah kebiasaan itu. Karena bahaya yang mengancam dibaliknya tidak bisa diremehkan beitu saja, ya kalau dihitung-hitung bakalan percuma perjuangan irit kita tadi.

Kita harus mengetahui, sebenarnya bahan apa yang dipakai pada produk-produk plastik dan yang mana yang dikategorikan aman. Caranya yang paling mudah adalah dengan melihat kode atau simbol yang biasanya tertera di bawah produk plastik wadah makanan atau minuman. Produk plastik yang dimaksud bukan hanya kemasan air mineral yang banyak beredar di sekitar kita, tetapi juga plastik wadah makanan, penutup makanan, botol susu bayi, dan lain sebagainya.

Simbol atau kode tersebut dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry sejak tahun 1988 di Amerika Serikat dan sudah diadopsi oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode seperti ISO (International Organization for Standardization).

Jika kita jeli, biasanya kode tersebut berada di dasar kemasan atau produk, berbentuk segitiga dengan angka di dalamnya. Mungkin lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

Lalu, apa arti dari masing-masing kode tersebut ?

1. PET atau Polyethylene Terephthalate.


Biasanya kode ini ada pada kemasan botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti kemasan botol air mineral,  botol jus dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Mengapa? Karena apabila terlalu sering dipakai apalagi digunakan untuk menyimpan air panas maka lapisan polimer pada botol akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

2. HDPE atau High Density Polyethylene


HDPE biasa dipakai untuk botol susu berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. Bahan plastik ini aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V atau Polyvinyl Chloride.


Merupakan jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik itu bisa ditemukan pada plastik pembungkus dan botol-botol. PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan ,makanan yang dikemas dengan plastik PVC karenanya plastik dengan bahan ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Akan lebih baik jika kita mencari alternatif lain untuk membungkus makanan mungkin dengan bahan alami seperti daun pisang atau kulit jagung.

4. LDPE atau Low Density Polyethylene


Biasanya LDPE digunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Plastik yang terbuat dari LDPE akan bersifat kuat, agak tembus cahata, fleksibel dan permukaannya agak berlemak. Pada suhu di bawah 60 derajat celcius LDPE akan sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas lain seperti oksigen. Karenanya, plastik dengan bahan ini akan cocok untuk digunakan sebagai tempat makanan karena ketahanan terhadap senyawa kimianya tadi.

5. PP atau polyprophylene


Biasanya terdapat pada botol minum apalagi botol minum untuk bayi. Karena plastik yang terbuat dari PP sifatnya kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendan, ketahanannya pun baik terhadap lemak, dan yang terpenting ia stabil terhadap suhu tinggi.

6. PS atau Polystyrene


Biasanya dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam. Sebaiknya bahan ini kita hindari dalam pemakaian, apalagi dengan makanan atau minuman yang panas seperti bubur dan mie yang biasanya kita jumpai dipasaran. Karena bahannya mudah bereaksi dengan makanan, dapat berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang dapat berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf. Sebaiknya jika kita terpaksa menggunakan bahan ini karena tidak ada tukang dagang lain yang menyediaan penempatan yang lebih sehat. Mintalah kertas minyak atau plastik lain yang lebih aman digunakan sebagai alas makanannya sebelum bersentuhan langsung dengan styrofoam.

7. Other


Merupakan gabungan dari SAN (Styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene) dan PC (Polycarbon, Nylon).  Dapat kita temukan juga pada botol susu bayi, gelas anak balita, kaleng kemasan makanan dan  minuman dan kemasan lain termasuk kaleng kemasan susu formula. Selain itu juga terdapat pada suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, koputer, alat-alat elektronik dan plastik kemasan.

PC dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosan pada ovarium, penurunan produksi sprema, dan mengubah fungsi imunitas. Karenanya berhati-hati terhadap penggunaan bahan ini sebagai wadah makanan.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

Nah, sudah saatnya bagi kita untuk bijak dalam memilih produk plastik dalam penggunaan sehari-hari, untuk amannya hindari bahan yang berbahaya secara kimiawi seperti plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate). Gunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7. Bila tidak ada keterangan yang jelas atau kurang detail seperti kode nomor 7. Kita bisa berinisiatif dengan menanyakan pada produsennya. Memang cukup merepotkan. Tapi hasilnya akan kita ketahui bertahun-tahun ke depan. Mau repot sekarang tapi nanti sehat. Apa repot nanti karena kita sakit? Itu semua tergantung dari diri kita masing-masing.


Semangat Peduli Kesehatan !

AFN

 
2 Comments

Posted by on March 29, 2011 in Kesehatan

 

Tags: , , ,

2 responses to “Mengenal Kode Daur Ulang pada Produk Plastik

  1. fiah

    April 5, 2011 at 5:14 am

    bagus banget infonya.
    makasih yaaa

     
    • Damtara

      April 6, 2011 at 1:03 pm

      sama-sama fiah.. ^_^

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: