RSS

Tinjauan Anastesiologi (Pada Keadaan Syok Hipovolemia dan Syok Septik)

14 Mar

Duh, judulnya aja sudah bikin syok.. hhehehe..

Artikel ini adalah bagian kumpulan dari rangkuman belajar saya dan beberapa point penting tentang Anastesiologi..Tetapi menurut saya,bahasan mengenai resusitasi dalam penanganan syok itu sangat perlu dipahami setiap saat ( terutama bagi calon dokter…)

Oke..kita masuk pembahasannya,pertama-tama kita refresh dulu pengertian dari SYOK….

SYOK/SHOCK adalah suatu keadaan perfusi jaringan,dimana terdapat sirkulasi inadekuat dan bisa menyebabkan kegagalan organ jika tidak ditangani dengan segera. Ada beberapa macam klasifikasi dari SYOK, antara lain :

– Syok Hipovolemik Syok Hipovolemik adalah keadaan dimana terjadi aliran darah yang tidak adekuat..bisa dikarenakan sebab kolera/diare,KAD,Acut Renal Insufisiensi,Heat Stroke ,bedah,taruma mayor,burns,dll,patofisiologinya sebagai berikut :

– Syok Kardiogenik Dimana keadaan jantung tidak bisa memompa darah secara adekuat sehingga menyebabkan hipoperfusi jaringan. Syok jenis ini bisa disebabkan karena AMI,ataupun Aritmia

– Syok Obstruktif Bisa disebabkan tamponade pericard

– Syok Distributif Bisa disebabkan karena sepsis,spinal anastesi,dll,patofosiologinya adalah (dibawah….) Gambaran Klinik Syok Septik : · Hiperdinamik : Sistim respon tubuh masih baik Hiperventilasi, Takikardi,Hangat, Vasodilatasi, Kering · Hipodinamik : Hipotensi,Takikardi, Vasokontrikai, Dingin, Basah, UOP turun, Laktat naik · Diagnosa Syok Septik :

1. Demam suhu dibawah 36 atau > 38,5

2.. Gangguan kesadaran

3. Takipnoe/ Bradipnoe

4. Takikardi

5. Hipotensi

6. Trombositopenia

7. Leukosit < 15000 atau > 35000

8. Adanya vocal infeksi ,kita pernah mempelajari mekanisme Homeostatis terhadap dehidrasi/syok..sebenarnya mekanisme homeostatis ini berguna banget sebagai tanda untuk mendeteksi dehidrasi/syok.

Nah..biar lebih jelas silakan melihat skema di bawah ini ya…

Mekanisme diatas cukup jelas kan hehe… Setelah kita mengetahui mekanisme syok, sekarang saatnya kita membedakan kompartemen cairan yang hilang antara syok hipovolemia dan syok septik.. (karena bahasan pembahasan kita kali ini adalah lebih mengenai syok hipovolemik dan syok septik )

Setelah mengetahui komparteman kehilangan cairan tersebut,maka untuk mendeteksi kegagalan perfusi akut terdapat beberapa rumus( di catetanku)…

Rumus : P = F x R , Fase awal BP normal Flow ( CO ) dipertahankan ( VSß x HR Ý ) Naiknya Denyut Jantung,Tahanan vaskuler Fase lanjut, BP turun , VS ß, HR Ý, SVR Ý, Takikardi, Perfusi terganggu, UOP, LOC ß Rumus : DO2 = CO x CaO2 ( Hb x Sat x 1,34 + Pa02 x 0,003 ) Fase awal = DO2 turun melebihi VO2 /masih tercukupi Fase Kritis = DO2 turun = VO2 { CO x C ( a-v ) 02 } Fase lanjut = DO2 turun = VO2 turun Hipoksia jaringan , Metabolisme anaerobik, Asam laktat.

Dari rumus diatas, ..pokoknya tuh, untuk mengatasi keadaan stabil pada pasien (misal pada saat operasi) ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain kondisi Hb (diantisipasi dengan pemberian tranfusi), Saturasi Oksigen (pemberian Oksigen),Pemberian Cairan,dan….. (Hmm..penjelasan lebih lanjut,besok kalo ketemu mbakku tak tanyain lagi deh J hehehehe….)

Terus,tujuan dari pemberian terapi pada saat syok?

Sebenarnya pemberian resusitasi ataupun terapi pada keadaan syok dapat dilihat dari respon penderita(bukan banyaknya cairan),nadi lebih bermakna dibanding tekanan darah, Penilaian perfusi (UOP,Sirkulasi Perifer,LOC,Laktat, Asidosis metabolik),TVS :menilai preload bersama parameter lain,penilaian canggih (CO,CI,LAP,PAOP,LVSVWI)…ai gak tau singkatannya nie,ada yg bisa bantu?? hehe Nah ini selanjutnya…

A. Tata Laksana Syok Hipovolemi

a. Elevasi kaki 30 °, meningkatkan Venous Return

b. Pasang vena kateter besar/ KP vena seksi.

• Infus Kristaloid 1 – 2 ltr / 10 mnt ( Intravasculer =F )

• Selanjutnya pemilihan jenis cairan sesuai kebutuhan

• Monitoring Nadi, Sirkulasi perifer, BP / 5-10 menit,

• Dilanjutkan dengan pemasangan Kateter urin

B. Tata Laksana Syok Septik Terapi cairan pd Septik Syok

· Ekspansi Intravaskuler

· Hindari cairan yg menambah Hipervolomia Interstitiel

1. Pemberian cairan dengan Monitor ( CVP s/d PAOP )

2. Sebaiknya kombinasi Inotrop,Vasodilator,konstrikstor

3. Kristaloid harus hati hati

4. CO2 & VO2 Supra normal

5. Pemantauan BP sebaiknya invasip Kausatip :

• Hilangkan sumber Infeksi ( Drainage,Op )

• Antibiotika sesuai Supportip :

• Ventilasi untuk oksigenasi

• Terapi cairan

• Memperbaiki CO ( Pree, After load, Contractilitas )

• Obat obat lain : Steroid, Imunoglobolin Tindakan thd Komplikasi ; DIC,MODS

Insyaallah, ini akan sangat bermanfaat sekali.. (hix, terima kasih kepada sumber saya : dosen dan mbak saya) hhhehehe.. /MSNU

 
Leave a comment

Posted by on March 14, 2011 in Kehidupan, Kesehatan

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: