RSS

Diare dan Penanganannya

12 Mar

Wah, kok jorok banget bahasannya.. “DIARE”..

Eitttsss, jangan salah dulu ya. Selain demam berdarah, Diare juga menjadi penyakit masyarakat yang perlu dianggap serius lhooo. Nah, saya menulis blog ini banyak tujuannya lho.. Agar bahasan blog ini bisa bermanfaat dan diterapkan dikehidupan masyarakat ..

Diare..diare…diare…. adalah keadaan dimana frekuensi tinja >3x/hari dan lembek (uppps !!):

1. Diare cair akut

Ini adalah keadaan dimana diare berlangsung <14 hari tanpa muntah dan demam. Penyebab terpenting nya antara lain : Rotavirus, ETEC, C.Jejuni

2. Disentri

Ini adalah diare yang disertai dengan lendir dan darah dalam tinja karena kerusakan mukosa akibat invasi bakteri. Penyebab utama adalah Shigella, amoeba

3. Diare persisten

Mula-mula bersifat akut, berlangsung >14 hari dapat dimulai dari diare cair atau disentri. Penyebabnya jarang tunggal (multicausa).

Secara umum, diare sendiri tuh paling banyak disebabkan oleh Rotavirus, dimana banyak terdapat di daerah tropis, terjadi sepanjang tahun dan biasanya frekuensi meningkat pada musim kemarau..Sedangkan diare yang disebabkan oleh bakteri biasanya paling banyak pada musim hujan.

Patogenesis :

– Inget kan, tentang biologi SMA. “Bakteri Patogen”. Bakteri yang menyebabkan parasit pada tubuh inangnya. Kalau disini ada ‘Virus’. Virus  : virus berkembang di epitel vili usus halus yang menyebabkan kerusakan dan pemendekan vili. Keadaan tersebut menyebabkan kehilangan vili untuk absorbsi karena vili usus digantikan oleh

– Penempelan pada mukosa : ETEC, V.kolera, G.lamblia, dan Crytosporidium

– Toxin yang menyebabkan sekresi : ETEC, V. Kolera

– Invasi mukosa : Shigella, C.jejuni, EETEC, Salmonella, E. histolitica

Mekanisme diare :

1. Diare sekretorik

2. Diare osmotik

Mukosa usus halus adalah epitel berpori dan dapat dilewati air dan elektrolit dengan cepat. Apabila ada bahan yang sulit diserap dan bila isotonik. Air dan bahan yang larut tidak diabsorbsi dan bila hipertonik., air dan beberapa elektrolit akan pindah dari CES ke lumen usus yang menyebabkan peningkatan volume usus, sehingga tubuh mengalami dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh,jika kehilangan Na dan Cl besar maka akan terjadi hipernatremia.

Akibat-akibat diare :

1. dehidrasi

–  dehidrasi isotonik : terjadi kehilangan Na dan air dalam proporsi yang sama. Rasa haus, turgor kulit menurun, selaput lendir kering, SSP koma, sirkulasi jelek, nadi cepat dan lemah.

– dehidrasi hipertonik : karena pemasukan Na (cairan hipertonik) saat diare, pemasukan air yang tidak cukup, paparan panas dengan IWL besar. Gejala khas : tekstur kulit kasar, tangisan memekik, lemah, takipnea, haus, gejala SSP, iritabel, kejang, hiperefleksi, sirkulasi relatif baik, nadi cepat dan keras, TD menurun

– dehidrasi hipotonik : faktor resiko anak yang minum air dalam jumlah besar atau larutan hipotonik yang mengandung garam atau bahan terlarut lain yang rendahatau yang mendapat infus glucosa dalam air. Letargi dan iritabilitas lebih sering & kolaps pembuluh darah lebih dini, selaput lendir basah, gejala SSP apatis, sirkulasi jelek, nadi sangat lemah

2. Asidosis metabolik

Napas cepat dan dalam, muntah, PH menurun, konsentrasi bikarbonat menurun, penurunan kontraktilitas miokard,aritmia, dilatasi arteri, hipotensi yang semuanya secara umum disebabkan karena penurunan senyawa basah dan peningkatan H+

3. Hipokalemia

Lemas, peristaltik menurun, kembung, arefleksi, hipotensi, VF,AF, gelombang T datar, gelombang U, depresi ST

4. Hipernatremia

karena kehilangan cairan hipotonik , karena kehilangan cairan tidak lewat ginjal, osm urin kurang, asupan hipertonik (garam). Haus,kejang, iritabilitas,pada anak muntah-muntah.

5. Hipokalemia

Kehilangan air dan Na (diare,muntah,kehilangan ke rongga ke-3,keringat berlebih,luka bakar)

6. Ion Ca menurun

Chovstek sign + (saat sebelah anterior MAE diketuk,n. facialis akan terstimulasi). Jika kekurangan Ca akan menimbulkan reflek m.orbikularis oris kontraksi shg mulut menutup.

Penilaian terhadap dehidrasi :

1. Tidak dehidrasi

Tidak ada tanda-tanda dehidrasi, anak masih dapat beraktivitas

2. Dehidrasi tidak berat

terdapat 2 atau lebih tanda berikut : gelisah/rewel, mata cekung, haus/minum lahap, cubitan perut kembali lambat ( < 2 detik )

3. Dehidrasi berat

terdapat 2 atau lebih tanda berikut : letargi/tidak sadar, mata cekung, tidak bisa minum/malas minum, cubitan perut kembali sangat lambat ( > 2 detik )

Penatalaksanaan :

1. Rencana A ( untuk tidak dehidrasi/dehidrasi ringan)

memberi cairan tambahan : beri ASI lebih sering dan lebih lama, jika ASI ekslusif beri oralit atau air matang sebagai tambahan,jika tidak ASI ekslusif maka beri oralit,larutan gula garam,kuah, sayur,lanjutkan pemberian makanan

2. Rencana B ( untuk dehidrasi sedang )

beri oralit dengan 75 cc/kgbb/4 jam dan lanjutkan pemberian makanan

3. Rencana C ( utnuk dehidrasi berat) secara Intravena

umur 30 ml/kg 70 ml/kg
< 12 bulan 1 jam 5 jam
12 bulan-5 tahun 30 menit 2 1/2 jam

Dosis diatas diulangi lagi.kalau nadi masih lemah kontrol posisi pasien/ penderita tiap 1-2 jam

Nah,,, sudah selesai di bahas nih. Ternyata diare itu banyak macamnya, dan cara penanganannya tidak cukup jika hanya diberi cairan oralit. Cairan oralit atau isotonik ya fungsi utamanya hanya menyeimbangkan cairan dalam tubuh yang banyak keluar bersama feses, agar tubuh tidak mengalami dehidrasi…. Ok, Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan di masyarakat ya

/MSNU

 
Leave a comment

Posted by on March 12, 2011 in Kesehatan

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: