RSS

Adakah Wujud Motivator dalam Dirimu ?

12 Mar

Alhamdulillah, akhirnya, terpenuhi hasrat (uuppss !) untuk menulis hal- hal yang santai dan menyenangkan. Hmm, sejak 2 bulan lalu memang sudah diniatkan (sebelum blog ini jadi) untuk menulis sesuatu yang insyaallah, bisa membangkitkan semangat dalam diri kami berdua dan teman- teman untuk memulai introspeksi diri.. ^_^

Sebelum kita tahu apakah dalam diri kita terdapat sosok motivator, terlebih dahulu saya ingin share- share sedikit tentang pengalaman saya …

Hmm, ini kali keduanya saya membahas mengenai ‘Kata- kata’. Seminggu lalu, saya mengikuti lomba essay dan alhamdulillah, lolos 10 besar untuk penyaringan 1 sampai ketahap presentasi. Kalau tidak salah, tema essay’nya itu tentang seni… Dan untuk mencari bahan- bahannya, saya mencari referensi dari buku yang berjudul “Chicken Soup for the Soul, a Graphic Novel ==> Pelajaran Berharga”..

nah, di situ ada sebuah judul cerita (dan saya lupa judulnya apa), menceritakan mengenai seorang anak laki- laki..

“Dalam pelajaran menggambar hari ini, kalian akan menggambar sesuatu yang paling menarik bagi kalian.” Begituah yang dikatakan oleh guru seni rupa kelas 1. Anak laki- laki itu mulai menggambar. Mula- mula ia menggambar lapangan berumput dengan crayon hijau muda, lalu mencampurkan warnanya dengan crayon hijau tua . Kemudian, anak laki- laki berkacamata itu mulai menggambar bentuk tenda segitiga di tengah lapangan dengan crayon merah tua, dan sedikit ia hiasi dengan crayon warna oranye dan kuning tua untuk daun pintu dan coraknya. “Aku sudah selesai bu !” “Aku juga !”, anak- anak lain sudah menyelesaikan tugas menggambar mereka. “Oh, bagus sekali ! Kalian pintar mengamati dan memilih warna. Apakah ini mawar ?” tanya Bu Guru. “Bukan, Bu ! Itu bunga dahlia !” jawab seorang anak perempuan berbando merah muda. “Indah sekali. Baik, ibu akan memajang karya- karya kalian di depan kelas. Mari kita tempelkan bersama- sama”. Ibu Guru itu-pun menuju ke depan kelas diikuti beberapa anak- anak, dan mulai menempelkan. Kemudian, anak laki- laki itu berteriak. “Aku sudah selesai, Bu ! Bisakah karyaku juga dipajang, Bu ?”. Ibu Guru itu melihat pekerjaan anak itu dengan tatapan heran. “Apa ini ?” tanyanya. “Itu tenda suku Indian, Bu !” jawab anak itu dengan bersemangat. “Tetapi, gambar ini tidak seperti yang seharusnya. Warna merah tua tidak pernah mereka gunakan untuk tenda mereka. Merah tua hanya dipakai untuk orang yang meninggal. Tidak pernah untuk tenda mereka.” “Kau tidak pandai mengamati sesuatu. Jadi, gambar yang salah seperti ini tidak dapat ditempelkan bersama gambar lainnya” jelas Guru tersebut. Sungguh begitu menyakiti perasaan anak laki- laki itu. Ia hanya tertunduk lesu, dan sedih. “Benarkah ?” jawabnya lirih. Ia tetap berdiri dan tertunduk sedih menatap gambarnya ketika bel pulang sekolah sudah berbunyi. Ternyata kejadian yang baru saja ia alami membekas sampai ia menginjak kelas 2.
“Pelajaran menggambar hari ini, kalian bebas menggambar apa pun yang kalian inginkan.”ujar Pak Guru. “Bolehkah aku menggambar roket, Pak Guru ?”tanya seorang anak- laki- laki berkaos lengan pendek berwarna biru laut. “Tentu saja. Kau bebas menggambar apa pun !” jawab Pak Guru itu. “Aku mau menggambar Mickey Mouse !” “Aku mau menggambar pemandangan di bawah air !” “Bagaimana dengan kaktus di padang pasir ?” anak satu dengan anak lainnya saling mengutarakan ide mereka dengan semangatnya. Si Anak laki- laki berkacamata yang kini menginjak kelas 2 hanya diam. Tidak melakukan apa- apa. “Duh, semua anak kecuali aku hampir menyelesaikan tugas mereka. Padahal aku belum melakukan apa- apa.” bisikknya dalam hati. Timbul kecemasan ketika Pak Guru menghampiri meja demi meja untuk melihat hasil karya masing- masing anak. Akhirnya, tibalah Pak Guru di meja si anak berkacamata. “Apa yang sudah kau gambar ?” tanya Pak Guru sambil mengambil kertas lukisnya. “Aha… Salju putih yang menutupi seluruh permukaan kertas. Ide yang bagus ! Indah sekali !” serunya sambil mengacungkan jempol tanda penghargaan kepada anak berkacamata. Spontan, senyum lebar merekah di wajah anak laki-laki itu. Kini kepercayaan diri dan jiwa seninya bangkit kembali.

Dan hal yang benar- benar sangat saya ingin share dengan teman- teman adalah kalimat- kalimat luar biasa dari seorang seniman yang luar biasa juga, Pablo Picasso.

“Setiap anak pada dasarnya adalah seorang seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seniman ketika sudah dewasa”

Alhasil, kata- kata itu berhasil meyakinkan saya dalam berbagai aspek, termasuk meyakinkan saya untuk menulis di blog ini .
Nah, we back to the point..
Motivator adalah seseorang yang memotivasi, pendorong, sesuatu yang menjadi sebab atau alasan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Sebenarnya, pada setiap diri seseorang merupakan motivator. motivator untuk dirinya dan orang lain. Hanya saja mereka tidak mengetahui bahkan menyadarinya. Tidak sedikit pula yang mengingkarinya.
Dengan menjadi motivator, minimal bagi diri sendiri, kita sudah “mencicil” untuk turut ambil andil dalam pembentukan kepribadian orang lain. Pada awalnya, dimulai dari diri sendiri. Dengan menjadi pribadi yang diidam- idamkan dan telah mencapai standar yang kita tetapkan sendiri, kita akan mudah melakukan langkah selanjutnya. Yaitu mencapai suatu prestasi yang kelak pengalamannya dapat kita sharing kepada orang lain. nah, pengalaman inilah yang menjadi tonggak kita sesungguhnya.
Yang membuat orang dapat memotivasi seseorang sesungguhnya bukan terletak pada si pelaku dan hasil yang telah dicapai si pelaku. Tetapi cerita mengenai cara- cara bagimana ia dapat mencapai hasil yang begitu mengagumkan seperti itu. Disetiap kata- kata yang diucapkan seorang motivator pasti terdapat unsur- unsur penyemangat. Seperti yang sudah saya bahas diatas tadi tiu lhooo…

Terrruuussss,,bagaimanakah cara mengetahui bahwa kita motivator yang baik atau tidak ?
Wah, gampang sekali ! Cukup butuh hati yang siap menerima segala kritik, kejujuran, dan mental juara untuk menanyakan kepada setiap orang ===>> “Aku itu bagaimana sih ?”, atau “Sifat burukku bagaimana sih ?”.  Atau mulai untuk mensyukuri apa- apa yang sudah YME berikan kepada kita, walaupun itu adalah sesuatu yang tidak kita harapkan.

Itu adalah langkah besar untuk menjadi seorang motivator yang setidaknya menjadi sosok yang sempurna dimata kita..

/MSNU

 
Leave a comment

Posted by on March 12, 2011 in Kehidupan

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: