RSS

Belajar dari Catatan Harian Soe Hok Gie

09 Mar

Siapa tak kenal Soe Hok Gie. Apalagi di kalangan aktivis mahasiswa dan pejabat orde baru. Ya, karena ia adalah seorang  aktivis mahasiswa pada awal era itu.  Ia menjadi sangat terkenal bahkan sampai rakyat-rakyat pun mengenalnya karena tindakannya yang selalu menarik perhatian. Ia lahir pada tanggal 17 Desember 1942. Sayang sekali ia meninggal dalam usia muda karena keracunan gas beracun dari kawah gunung Semeru 1969. Bagaimana sesesorang bisa sebegitu menonjolnya hinggal hampir dikenal seluruh rakyat. Yang menarik dari dirinya ialah karen ia tidak hanya bertindak seperti mahasiswa pada umumnya yang hanya menyalurkan aspirasinya lewat demonstrasi semata tapi ia juga menyalurkannya lewat tulisan.

Tulisan-tulisannya hampir di setiap pekan menghiasi surat kabar nasional, terutama Kompas dan Sinar Harapan. Ia berani mengatakan apa pun pada siapa pun tanpa rasa takut. Ia juga sering berdialog dengan tokoh-tokoh penting seperti Soekarno dan Soejatmoko sehingga pola pikir dan wawasannya terbangun dengan luar biasa. Begitu juga dengan nasionalismenya, tak bisa diragukan meskipun ia sendiri merupakan keturunan Tionghoa. Namun, itu sudah lama sekali kawan. Bagaimana bisa namanya tetap terkenang hingga kini ? Jawabannya adalah karena catatan hariannya.

Pada tahun 1983 catatan hariannya dibukukan dan direstrukturisasi oleh penerbit LP3ES dengan judul Catatan Harian Seorang Demonstran. Memang membutuhkan usaha yang lebih dari sang editor. Mengapa? Karena buku yang akan diterbitkan adalah sebuah catatan harian. Jika penulis pada umumnya, mereka sudah memikirkan tema dan sasaran tulisannya agar bisa tepat guna dan laris di pasaran. Sehingga tidak terlalu sulit bagi penerbitan untuk mengeditnya agar tampak lebih baik. Namun, ini adalah sebuah catatan harian. Yang isinya pun bercampurbaur, mulai dari pemikiran, ideologi, agama, cinta, kekecewaan, kebanggaan ataupun hal-hal kecil yang sering muncul dalam kehidupan sang penulis. Sasarannya pun tidak lain dan tidak bukan adalah diri sang penulis sendiri.

Sedikit bersambung dengan artikel sebelumnya mengenai manfaat menulis. Soe Hok Gie pun mungkin merasakan hal yang sama ketika ia menulis catatan hariannya. Ia dapat mengevaluasi segala tindakannya, mencatat ide-ide baru, pengalaman-pengalaman baru, atau planning hidup yang terlintas dalam benaknya sehingga hal itu semua dapat dijadika suatu peta hidup yang menjadi pegangan. Tentu saja dengan peta  langkah-langkah yang akan kita ambil akan menjadi lebih jelas, lebih terarah. Tujuan penulisannya benar-benar untuk membawa diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan untuk menulis sesuatu yang akan dibaca khalayak umum.

Tapi lihatlah teman, meskipun isinya campuraduk, tapi di catatan harian semuanya tertulis dengan sangat jelas. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di gambarkan secara detail. Segala pemikiran yang Soe Hok Gie miliki tertuang dalam catatan hariannya. Dari sana kita dapat belajar banyak hal. Kita bisa mengambil manfaat, melihat kekurangan dan menjadikannya lebih baik dari suatu peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau, sehingga kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama sekaligus mungkin mengembangkan ide-ide sang penulis catatan harian. Dengan itu semua, saya rasa cukup untuk membangun peradaban masyarakat yang lebih berkembang.

Catatan harianlah yang membuat nama Soe Hok Gie hingga kini terus terkenang. Pemikiran-pemikirannya pun menular ke beberapa pembacanya bahkan menjadi inspirasi untuk terus melanjutkan perjuangannya untuk membawa negeri ini menjadi lebih baik. Untuk melanjutkan perjuangannya yang harus terhenti karena suatu yang mutlak dan semua manusia pasti akan mengalamainya, kematian. Dengan catatan harian itu, perjuangnnya tidak mati.

Bagaimana dengan kita? Maukah menjadi orang-orang yang lenyap ditelan zaman? Maukan sejarah hidup kita hanya akan diingat dengan tiga baris tulisan: nama, tanggal lahir, tanggal wafat pada batu nisan? Atau mau menjadi bagian dari batu bata pembangun peradaban dengan tulisan-tulisan kita. Itu semua kita yang menentukan.

Mari membangun negeri !

Best regards

Damtara

/AFN

 
Leave a comment

Posted by on March 9, 2011 in Kehidupan

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: